Halaman

Translate

Cari

SILSILAH HADITS-HADITS DHA'IF DAN MAUDHU' YANG BANYAK BEREDAR PADA BULAN RAMADHAN

📕 * SILSILAH HADITS-HADITS DHA'IF DAN MAUDHU 'SESUATU DI RAMADHAN MONTH *
❅ Saluran https://goo.gl/X2h0P7
* HADIT KETIGA: TENTANG RAMADHAN BERBAGI TIGA *
أول شهر رمضان رحمة وأوسطه (وفي رواية: ووسطه) Tambahkan ke daftar Favorit
"Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, pusatnya adalah maghfirah (pengampunan) dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka". [HR Ibn Abi Dunya, Ibn Asrkir, Dailami, dan lainnya melalui narasi Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu]
Hadits ini sangat lemah. Silakan lihat buku Dha'if Jâmi'is Shagîr, no. 2134 dan Faidhul Qadîr, no. 2815

Hadits yang lemah mirip dengan hadis di atas:
عن سلمان الفارسي قال: خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم في آخر يوم من شعبان فقال: أيها الناس قد أظلكم شهر عظيم مبارك, شهر فيه ليلة خير من ألف شهر, جعل الله صيامه فريضة, وقيامه تطوعا, من تقرب فيه بخصلة من الخير, كان كمن أدى فريضة فيما سواه, ومن أدى فيه فريضة كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه, وهو شهر الصبر, والصبر ثوابه ال جنة ... وهو شهر أوله رحمة وأوسطه مغفرة وآخره عتق من النار ...
"Dari Salmân al-Fârisi Radhiyallahu 'anhu, dia berkata," Rasûlullâh Shallallahu' alaihi wa sallam telah berkhotbah di hadapan kami pada hari terakhir Sya'bân. Dia sallallaahu 'alaihi wa sallam berkata,' Wahai manusia, ini adalah bulan yang hebat dan bulan yang hebat akan datang kepadamu, bulan di mana ada satu malam lebih baik daripada seribu bulan. Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan puasa (bulan itu) sebagai kewajiban dan menjadikan shalat malam sebagai praktik sunnah. Mereka yang beribadah di bulan itu dengan satu kebaikan, lalu menyamakan (nilainya) dengan melakukan ibadah wajib di bulan lainnya. Siapa pun yang memenuhi satu kewajiban selama bulan itu, maka sama dengan tujuh puluh ibadah wajib di bulan lainnya.
Hadits sanad ini adalah dha'îf (lemah), karena ada seorang narator bernama Ali bin Zaid bin Jud'ân. Orang ini seorang perawi yang lemah sebagaiamana dijelaskan oleh Imam Ahmad rahimahullah, Yahya rahimahullah, Bukhâri rahimahullah, Daru Quthni rahimahullah, Abu Hatim rahimahullah dan lain-lain.
Ibnu Khuzaimah rahimahullah sendiri mengatakan, "Aku tidak menjadikannya sebagai hujjah karena hafalannya jelek." Imam Abu Hatim rahimahullah berkata, "Hadits ini salah."
Lihat Silsilah ad-Dha'îfah Wal Maudhû'ah, no. 871, at-Targhib wat Tarhib, 2/94 dan Mizanul I'tidal, 3/127.
✍ Oleh:
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
📗 Diperoleh dari edisi majalah As-Sunnah, 04-05 / Tahun XIV / 1431 / 2010M

• ═══════ ◎ ❅ ◎ ❦۩: 11 ۩❦ ◎ ❅ ◎ ═══════ •
📮CHANNEL MULIA DENGAN SUNNAH
🌐 https://t.me/MuliaDenganSunnah
🔄 https://t.me/RisalahSunnah
🛰 Aplikasi Android: https://goo.gl/ozGo2Q
🌍 Situs web: https://asysyamil.com
💠️ FB: https://goo.gl/tJdKZY
📱 WA: 081381173870 Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar