Halaman

Translate

Cari

BEGINI MENGATASI OVERSTEER DAN UNDERSTEER



Dalam berkendara, terdapat gejala yang disebut oversteer dan understeer. Gejala ini bisa terjadi kapan dan pada jenis kendaraan apa saja. Jika kurang memahami cara mengatasi gejala tersebut, risiko kecelakaan pun bisa saja terjadi. Berikut penjelasannya.

Understeer merupakan kehilangan kendali yang disebabkan oleh berkurangnya daya cengkram ban depan. Gejala yang dirasakan pada kondisi understeer ini ketika kemudi sulit dikendalikan, tidak sesuai keinginan kita atau sering dikatakan slip ban depan.
Kecenderungan mobil akan berjalan lurus meskipun sudah kita belokkan, penyebabnya bermacam-macam mulai kecepatan, kondisi jalan atau pada tikungan. Understeer ini akan sangat berbahaya saat pengemudi panik. Kepanikan akan mengakibatkan gagal mengendalikan mobil akibat konsentrasi yang buyar.
Sementara, oversteer adalah kehilangan kendali mobil yang disebabkan oleh ban belakang yang mengalami kekurangan daya cengkram ke aspal (kebalikan dari oversteer). Pada kondisi oversteer ini mobil mengalami kecenderungan berbelok (ban belakang melintir). Jika hal ini yang terjadi mobil akan berbelok tetapi arahnya tidak bisa kita tentukan yang mana sangat berbahaya jika berbelok ke tempat yang berbahaya misalnya ke kanan atau ke jurang. Hal ini akan semakin berbahaya jika pengemudi panik dan salah mengantisipasi.

Bagaimana cara mengatasinya?
Cara mengatasi saat terjadi understeer:
1. Segera perlambat laju mobil sampai daya cengkram ban depan pulih
2. Jangan memutar setir lagi (menambah putaran setir), hal ini akan semakin menyebabkan mobil understeer
3. Gas mobil dikurangi pelan atau gradual
4. Putaran stir dikurangi

Saat terjadi Oversteer
1. Jangan menambah rem
2. Posisi tangan jangan sampai terlepas dari setir (untuk mengendalikan)
3. Persiapkan "countersteer" membalas belokan akan tetapi tidak membalas dengan berlebihan
4. Untuk mobil berpenggerak roda belakang, kurangi tekanan pedal gas
5. Untuk mobil penggerak roda depan, pengemudi bisa menambah gas secukupnya
6. Mengembalikan posisi setir ke jalur semula
Semoga Bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar