Halaman

Translate

Cari

ULAMA VS PELAWAK

Pelawak bicara hukum agama, tentu tak berlandaskan dalil. Melainkan busa Ludah sebagai penopang Dalih. 
Begini Hukum yg benar Ucap Natal sesuai Dalil: 
#Tidak boleh ikutan merayakan Natal atau Hari Raya orang Kafir.
#Merusak aqidah ataupun tidak, tetap tercela bagi orang islam. 
#Hanya orang Munafik yang tidak menganggapnya Tercela.
Dengan Alasan dan Dalil sebagai Berikut.
1. Menyerupai orang kafir. ada Ancaman Serius dari baginda Nabi shallallahu alaihi wa sallam 
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ. رواه أبو داود 
“Barang siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (HR. Abu Daud, shahih).
Abdullah bin Amr bin Ash berkata:
من بنى بأرض المشركين وصنع نيروزهم ومهرجاناتهم وتشبه بهم حتى يموت خسر في يوم القيامة
 “Barang siapa yang tinggal di negeri orang kafir, ikut merayakan Nairuz dan Mihrajan (hari raya orang Kafir), dan meniru kebiasaan mereka, sampai mati maka dia menjadi orang yang rugi pada hari kiamat.”
2. Perayaan Natal adalah Ritual keagamaan, bukan sekedar tradisi keduniaan, sebagaimana yang ditunjukkan oleh Hadist. 
لكل قوم عيد وهذا عيدنا 
Dan Hari Raya Mereka (orang Kafir) menunjukkan atas Aqidah yang Rusak, aqidah kemusyrikan dan kekufuran.
3. Allah Berfirman :
وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ
“Serta orang-orang yang tidak menyaksikan Az-Zur..” (QS. Al-Furqan: 72)
Ulama Menafsirkan, “Az-zur adalah hari raya orang musyrik.’
Semoga Bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar